Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

The Silent Man #4: Apakah Kau Suka yang Baik? Apakah Baik yang Kau Suka?

Gambar
Masih ingat betapa sangat terpuruknya diri ini karena tidak ditawari untuk menjadi tim kerja praktik departemen, bahkan oleh orang-orang yang hampir setiap hari bercengkrama dengan akrab. Masih ingat betapa diri ini merasa tidak berharga ketika selama ini hubungan teman yang diyakini ternyata bertepuk sebelah tangan. Dirasanya mereka pasti menjadikan aku pilihan nomor satu karena aku satu-satunya yang berbeda. Namun karena "berbeda" itulah aku tak terpilih. Masih ingat betapa diri ini menyesal tiada henti ketika mendapati diri sangat bodoh menolak tawaran menjadi rekan tim yang harusnya dinanti-nanti hanya karena tidak mengenali. Masih ingat betapa diri ini sangat ingin merantau kembali, kerja praktik, jauh-jauh dari rumah. Dengan kondisi rumah yang menyesakkan, inginnya pergi saja, tidak perlu memikirkan rumah sama sekali. Sudah setahun mendekam. Harus lagi? Betapa susahnya mencari tempat untuk kerja praktik. Ada proyek yang lockdown lah. Ada proyek yang ternyata sudah mau s...

The Silent Man #3: 2 Minggu

Gambar
Sudah 2 minggu kejadian itu berlalu. Bumi masih berputar. Angin masih berhembus. Laut masih bergelombang, Air mata masih berlinang. Bila apa-apa yang dirasa adalah jelas, mungkin ceritanya akan sangat berbeda. Tak sampai 1 minggu terakhir kali bersua, kau kini sudah tiada. Tak ada kata pamit. Tak ada ucap terima kasih. Tak ada permintaan maaf. Tak ada dekapan sayang. Sudah habis pikirmu akan segala. Sakitmu terlalu menyita apa yang ada dalam kepala. Dan aku tak bisa berharap apa-apa. Hingga kini tak kupahami. Dulu selalu kau pinta semua untuk berada di sisi. Namun mengapa yang lalu bukan aku? Mengapa bukan merengek padaku? Mengapa bukan memaksaku agar mendahulukanmu? Padahal setahun ini begitu hingga aku berhati batu. Betulkah sakit membuatmu menepikanku? Atau ini adalah bentuk percayamu? Meyakini bahwa aku sedang melakukan segala yang baik.  Meyakini bahwa aku akan tetap baik. Sayangnya tak bisa kuiyakan. Masih terlalu buruk diri ini untuk bisa dibanggakan. Masih terlalu berdosa d...

The Silent Man #2: Menyambut Kehilangan

Gambar
Kehilangan merupakan sebuah hal yang sangat menyakitkan.  Kehilangan mampu memutus harapan yang sebelumnya berkobar dalam diri. Kehilangan bisa membuat kita terpuruk dan susah untuk bangkit kembali.  Namun kehilangan adalah hal yang konstan terjadi. Kehilangan terjadi banyak kali. Seharusnya manusia sudah familiar dengan kehilangan. Hampir setiap saat kita mampu merasakan kehilangan. Dan kehilangan pun sudah terencana dan tinggal menunggu kejadian. Namun mengapa kita masih saja begitu terkejut dengan kehilangan? Menurut Alan Seale, orang yang spesial, barang, tempat, apapun itu yang memiliki kemungkinan untuk hilang menggerakkan sesuatu dalam diri kita. Ada sebagian dalam hati kita yang tergerak karena keberadaan hal-hal tersebut. Hal ini tentu menimbulkan suatu sensasi yang berbeda ketika apa yang menggerakkan bagian dalam hati kita tersebut hilang. Bagian dalam hati itu masih ada, namun yang menggerakkan kini sudah tiada.  Apakah tidak ada hal yang kita bisa lakukan sel...