Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

The Silent Man #4: Apakah Kau Suka yang Baik? Apakah Baik yang Kau Suka?

Gambar
Masih ingat betapa sangat terpuruknya diri ini karena tidak ditawari untuk menjadi tim kerja praktik departemen, bahkan oleh orang-orang yang hampir setiap hari bercengkrama dengan akrab. Masih ingat betapa diri ini merasa tidak berharga ketika selama ini hubungan teman yang diyakini ternyata bertepuk sebelah tangan. Dirasanya mereka pasti menjadikan aku pilihan nomor satu karena aku satu-satunya yang berbeda. Namun karena "berbeda" itulah aku tak terpilih. Masih ingat betapa diri ini menyesal tiada henti ketika mendapati diri sangat bodoh menolak tawaran menjadi rekan tim yang harusnya dinanti-nanti hanya karena tidak mengenali. Masih ingat betapa diri ini sangat ingin merantau kembali, kerja praktik, jauh-jauh dari rumah. Dengan kondisi rumah yang menyesakkan, inginnya pergi saja, tidak perlu memikirkan rumah sama sekali. Sudah setahun mendekam. Harus lagi? Betapa susahnya mencari tempat untuk kerja praktik. Ada proyek yang lockdown lah. Ada proyek yang ternyata sudah mau s...

The Silent Man #3: 2 Minggu

Gambar
Sudah 2 minggu kejadian itu berlalu. Bumi masih berputar. Angin masih berhembus. Laut masih bergelombang, Air mata masih berlinang. Bila apa-apa yang dirasa adalah jelas, mungkin ceritanya akan sangat berbeda. Tak sampai 1 minggu terakhir kali bersua, kau kini sudah tiada. Tak ada kata pamit. Tak ada ucap terima kasih. Tak ada permintaan maaf. Tak ada dekapan sayang. Sudah habis pikirmu akan segala. Sakitmu terlalu menyita apa yang ada dalam kepala. Dan aku tak bisa berharap apa-apa. Hingga kini tak kupahami. Dulu selalu kau pinta semua untuk berada di sisi. Namun mengapa yang lalu bukan aku? Mengapa bukan merengek padaku? Mengapa bukan memaksaku agar mendahulukanmu? Padahal setahun ini begitu hingga aku berhati batu. Betulkah sakit membuatmu menepikanku? Atau ini adalah bentuk percayamu? Meyakini bahwa aku sedang melakukan segala yang baik.  Meyakini bahwa aku akan tetap baik. Sayangnya tak bisa kuiyakan. Masih terlalu buruk diri ini untuk bisa dibanggakan. Masih terlalu berdosa d...

The Silent Man #2: Menyambut Kehilangan

Gambar
Kehilangan merupakan sebuah hal yang sangat menyakitkan.  Kehilangan mampu memutus harapan yang sebelumnya berkobar dalam diri. Kehilangan bisa membuat kita terpuruk dan susah untuk bangkit kembali.  Namun kehilangan adalah hal yang konstan terjadi. Kehilangan terjadi banyak kali. Seharusnya manusia sudah familiar dengan kehilangan. Hampir setiap saat kita mampu merasakan kehilangan. Dan kehilangan pun sudah terencana dan tinggal menunggu kejadian. Namun mengapa kita masih saja begitu terkejut dengan kehilangan? Menurut Alan Seale, orang yang spesial, barang, tempat, apapun itu yang memiliki kemungkinan untuk hilang menggerakkan sesuatu dalam diri kita. Ada sebagian dalam hati kita yang tergerak karena keberadaan hal-hal tersebut. Hal ini tentu menimbulkan suatu sensasi yang berbeda ketika apa yang menggerakkan bagian dalam hati kita tersebut hilang. Bagian dalam hati itu masih ada, namun yang menggerakkan kini sudah tiada.  Apakah tidak ada hal yang kita bisa lakukan sel...

The Silent Man #1: Rasaku Bukan Rasamu

Gambar
Betapa kecil sesungguhnya manusia.  Betapa tidak signifikannya diri kita dibandingkan alam semesta.  Betapa keberadaan kita tak lain dan tak bukan hanyalah debu kosmik yang singgah sebentar sebelum tersapu oleh angin bernama kematian. Sabtu lalu, ayah saya berpulang. Tentu hal ini merupakan peristiwa yang membuat saya terpukul. Belum menginjak kepala lima, ayah sudah diminta untuk kembali ke haribaan Sang Ilahi di surga. Dengan untaian senyuman sebelum disemayamkan, beliau seakan mengatakan "Semua baik-baik saja. Kini tidak ada lagi derita." Sudah barang tentu bahwa ayah berperan banyak dalam kehidupan saya. Bukan hanya perkara menafkahi, tapi juga menginspirasi. Melepas ayah tidaklah mudah, namun saya harus bisa. Tapi, hidup masih terus berjalan. Meski tangis tak bisa lagi dibendung, burung masih saja bersenandung.  Meski hati ini membiru, matahari masih saja bersinar begitu. Meski sakit hati saya ditinggal untuk selamanya, orang-orang masih beraktivitas seperti biasa....

Sementara

Gambar
Pernahkah teman-teman sejenak merenung tentang bagaimana segala momen di dunia ini adalah fana? Kebisingan yang kalian dengarkan sembari membaca tulisan ini nantinya mungkin akan hilang ketika kalian mulai memejamkan mata untuk tidur malam. Kegelisahan yang sedang kalian rasakan sembari memandang layar telepon pintar akan pudar karena kalian dialihkan dengan sulitnya pekerjaan rumah yang sedang dikerjakan. Bahkan rasa bungah yang sedang dirasa kelak akan digantikan oleh rasa yang sebaliknya. Untuk kalian yang sedang gundah gulana, mungkin akan ada pertanyaan, "Tapi kapan perasaan ini akan usai? Badai ini sudah berlangsung terlalu lama." Saya ingat betul betapa saya rasanya mau mati saja setelah sekian lama dihadapkan pada suatu peristiwa buruk yang berulang. Saya pikir ini akan terus terjadi hingga saya meninggal kelak. Derita tiada henti ini akan tidak pernah berhenti. Sudah lelah sekali rasanya. Tapi suatu ketika derita yang saya alami berhenti dan saya bisa merasakan kebab...

Sekedar Mengingatkan

Gambar
"Hidup itu bagaikan roller coaster." Quotes ini udah basi ya? Basi, tapi betul juga. Maknanya adalah hidup itu bisa naik, bisa turun, bisa belak-belok, bisa bikin nangis pingin udahan aja, bisa dinikmati, pokoknya dinamis banget. But we know life is not as simple as a roller coaster. Tapi boleh lah dianalogikan demikian. Meskipun perumpamaannya menunjukkan hidup itu gak stagnan, ada juga orang yang pernah atau sampai sekarang sedang ada di posisi dimana roller coasternya lagi lurus-lurus aja.  Gak berlika-liku, gak ada turunan yang mengagetkan, bahkan paling pol lagi nanjak pelan-pelan. Semilir angin masih terasa menyejukkan. Pemandangan masih indah dipandang. Berasa naik kereta kelinci! Karir kok aman-aman aja ya? Pekerjaan cepet beres. Gajian makin ke sini makin naik alhamdulillah.  Kuliah lulus-lulus aja tuh. Meskipun nilai gak sempurna, tapi cukup di atas rata-rata. Sama dosen bahkan diingat namanya. IP kadang bisa cumlaude juga. Urusan rumah sih oke. Ayah Ibu masih sehat...

This One is For You

Gambar
This is for you.  The one who always says "I am not enough".  The one who keeps saying "I should have done more".  The one who never stops mumbling "Why me?" This one is for you. The one who is struggling with doubts. The one who feels left behind. The one who is wondering why everything except you fits in. Life may hit you so damn hard.  Life can always get you down.  Life might be unfair. But that is life, we all know. I just want you to know that we're all in this together. The people whom you see as the successful ones are still feeling those feelings, like you. But one more thing you should know.  You can be vulnerable. You can be sad. It is very okay to be down. But... There is always hope for tomorrow.  There is always hope for the uncertain things that have not happened yet.  There is always room to hope. The only thing we can do is doing our best and pray hard in the present. And let go of the past, make it as precious life lessons instea...

Batasan yang Jelas

Gambar
Sebelum mulai membaca, sebelumnya saya mau menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha! Sudah masakan apa saja yang dihasilkan dari daging qurban yang Teman-teman dapatkan? Semoga, selain kenyang, diri kita juga mencerna hikmah dari Idul Adha ya.. Banyak sekali hikmah yang bisa kita dapatkan dari kisah-kisah keluarga seorang nabi yang identik dengan Idul Adha. Siapakah beliau? Yap, Nabi Ibrahim AS. Namun, ada sebuah poin menarik yang ingin saya angkat dalam tulisan kali ini. Nabi Ibrahim Meninggalkan Siti Hajar dan Nabi Ismail Kecil Masih ingatkah Teman-teman tentang kisah Siti Hajar bersama Nabi Ismail kecil yang harus ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim? Di tengah padang pasir yang tandus, tidak ada air, tidak ada sumber daya apapun, Nabi Ibrahim harus meninggalkan kedua orang yang dicintai beliau, Siti Hajar dan Nabi Ismail yang masih bayi. Betapa sedihnya Siti Hajar yang masih harus menyusui Ismail dan membutuhkan kasih sayang suaminya harus berjuang sendiri sementara waktu, terlebi...

Kita Bukan Juru Kunci

Gambar
Saat melihat seseorang, pernahkah kita berpikir "Duh, keras kepala banget sih!", "Hadeh, batu banget!", "Gak bisa kompromi sama orang lain deh!", "Kayaknya gak ada yang bisa ngubah pemikiran dia deh!"? Baru-baru ini, saya dihadapkan dengan kondisi demikian. Di saat sudah jelas pendapat yang benar yang mana, orang yang saya hadapi ini malah memilih jalan yang tidak benar, malah dengan yakin dan meremehkan kami yang berada di jalan yang benar secara status quo tidak bisa diganggu gugat. Rasanya, apa lagi ya yang bisa membuat orang ini sadar bahwa dia harus mengikuti jalan yang benar? Semua bukti sudah jelas terpampang. Dari sana sini semua menunjukkan jalan benar adalah memang benar. Tapi begitulah, orang yang saya hadapi tak tergerak hatinya untuk berpindah jalur. Meski rasanya saya membawakan cerita dengan amarah, tapi sungguh yang selalu terekspresikan adalah derai air mata.  Bagaimana tidak? Kita tahu betul bahwa terdapat jalan yang benar. Kita...

Kelak

Gambar
Kepada kelak yang diramu Ketahui bahwa kau adalah aku Bagai mengejar ekor sendiri Meringis meneroka diri Kepada kelak yang rahasia Penat lekat kuhitung luka Sepilin senyum tipis tanpa koma Pulih tak kunjung sua Kepada kelak yang digadang-gadang Ketahui detik adalah segala Pendar pudar meletup jemala Tersungkur Kau melela Kasih... Bila binar adalah yang enggan kudengar Bantu aku terima segala rupa Beri aku kalbu selebu Dan kutemui engkau di ujung cerita

Tembus Pandang

Gambar
Bila memang raut terhalang tabir, ketahui bahwa Ia Maha Melihat. Bila memang seru teredam diam, ketahui bahwa Ia Maha Mendengar. Bila memang hadir tak sentuh roma, ketahui bahwa Ia Maha Mengetahui. Kawan... Makhluk adalah yang terakhir kau berikan harap. Kecewa tentu tak sekali dua kali kau lahap. Dan bila yang lalu tak engkau indahkan, yang dinanti tak ada beda. Kawan... Menanti makhluk bagai menanti redup dalam keheningan. Yang kau dapati adalah kekosongan. Baginya yang tak bertuan adalah kecanduan. Bila segala kau ingin adalah angan, ketahui bahwa balasan akan datang. Sedia jemala tentram, hati lapang. Kelak kau akan disambut Maha Segala. Dan syukur akan kau derma.

Surat Cinta

Gambar
  Lintang dan rembulan Sunyi dan syahdu Daku menjemput surat cinta Tersisip dalam tunda   Dalam temaram kubekuk segala Tak ada lagi nyata yang kutafik Buncah semua yang dilumat Terbentang sekujur alam untuk bersimpuh   Surat cinta paling indah Paling murah Terumbar di segala penjuru cakrawala Kau mengajak bersua dalam gelap tak terbayang   HadirMu adalah hangat KasihMu mengudara Daku jemput surat cinta Yang Kau torehkan pada sepanjang masa    

Menyambut Bening yang Lebih Bening

Gambar
Tahun 2020 merupakan tahun yang berisi kejutan-kejutan bagi saya, Bening. Salah satu kejutan yang saya hadiahkan untuk diri saya sendiri adalah mendaftarkan diri dan menjadi penerima beasiswa Rumah Kepemimpinan X Jakarta. Seorang Bening yang awalnya meragukan diri dan menafikkan keinginannya untuk dikelilingi orang-orang hebat karena rendah diri akhirnya memutuskan untuk bergabung dalam keluarga yang sungguh memberikan kejutan yang lebih lagi baginya. Tahun ini, “rumah” dari Rumah Kepemimpinan kesepian. Covid-19 menyerang, akhirnya mengharuskan kami para awardee untuk melaksanakan pembinaan di rumah masing-masing. Sepi, namun tetap berarti. Sudah kurang lebih bulan saya ditempa bersama 27 mahasiswi UI lain. Ya, 27, padahal seharusnya 29. Namun, hidup adalah perkara adaptasi, beraksi, dan takdir sang Ilahi. Sebanyak 2 mahasiswi lain tidak ditakdirkan untuk membersamai kami lagi. Saya sangat bersyukur masih bisa bersama dengan saudari-saudari yang saat ini masih berjuang bersama. P...