Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Rindu Sang Idola

Gambar
 Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad! Bagaimana rasa cuti bersama 28 sampai 30 Oktober lalu? Masih tergiang? Atau sudah kandas ingatannya akibat kesibukan rutinitas sehari-hari? Semoga, untuk alasan cutinya masih ingat ya.. Yap! Cuti bersama selama 3 hari beberapa waktu lalu adalah karena adanya peringatan Maulid Nabi Muhammad! Salah satu peristiwa yang mengingatkan kita kembali untuk meneladani keteladanan sosok paling berpengaruh di bumi ini. Salah satu momen yang membuat rindu kita terhadap Rasulullah makin menggebu-gebu. Dalam Kajian Islam Kontemporer yang saya ikuti pekan lalu, terdapat sebuah cuplikan materi tentang inti kepribadian Nabi Muhammad SAW. Meski bukan materi utama, namun saya tak henti-henti mengagumi inti materi bagian tersebut. Modal hidup Rasulullah adalah pengetahuan . Tentu saja! Bagaimana tidak? Semua hal dalam kehidupan kita membutuhkan pengetahuan, apapun itu! Dalam berbicara, berjalan, melakukan hal kecil seper...

Kepemimpinan Profetik? Apakah itu?

Gambar
Kepemimpinan profetik, sebuah istilah yang seharusnya saya pahami sejak sebelum saya menjadi ketua OSIS di masa SMP, ketua Forum Anak di masa SMA, project leader di masa SMA, project officer di masa kuliah, atau kapanpun itu sejak saya sadar bahwa setiap manusia adalah pemimpin.  Beberapa waktu lalu, dalam agenda Leaders and Leadership dari Rumah Kepemimpinan, saya mendapatkan ilmu mengenai kepemimpinan profetik. Yang menarik perhatian saya adalah  sesungguhnya kepemimpinan profetik ini bertujuan untuk membebaskan manusia dari belenggu kepemimpinan manusia yang fana menuju penghambaan yang abadi, yaitu kepada Allah, melalui kepemimpinan yang dibawa oleh pemimpin profetik. Sungguh unik, bukan? Pemimpin yang merupakan manusia ini memimpin manusia agar lepas dari belenggu kepemimpinan manusia. Unik dan agak membingungkan sepertinya. Terdapat 3 konsep utama dalam kepemimpinan profetik. 1. Ta'muruuna bil ma'ruuf  Konsep ta'muruuna bil ma'ruf ini merupakan misi humanisasi , m...

Sifar

Gambar
Pernahkah kita berhenti sejenak dan menyadari betapa banyak yang kita lakukan selama ini? Sudah puaskah? Atau masih kurang? Mau tambah? Tambah apa lagi? Tapi tunggu! Mengapa kita melakukan semua itu? Karena aku ingin membanggakan orangtua! Karena aku ingin terkenal! Karena aku ingin berbakti kepada negara! Ya karena mau saja~ Lalu, jika ajal datang, bagaimana dengan semua yang kita lakukan? Apakah orangtua yang kelas juga meninggal bisa mengingatnya? Apakah para penggemar tidak akan lupa di kemudian hari setelah rasa duka mereka terhadap kita pergi? Apakah di kehidupan selanjutnya semua akan tetap ada? Kita harus mengabadikan nilai hal-hal yang telah kita lakukan agar kekal. Dengan foto? Bukan. Dengan tulisan? Tidak. Dengan rekaman? Kurang tepat. Manusia dan hal-hal yang bersifat duniawi bersifat fana, tidak kekal, akan musnah. Maka, cara yang tepat adalah ... Dengan meniatkannya sebagai ibadah sehingga menjadi bekal kita di kehidupan selanjutnya. Mari kita coba analogikan. Asumsikan h...

Tengok

Gambar
Tengoklah ke belakang Apa yang kau lihat? Masa lalu. Bila teringat kembali, banyak hal yang kita lalui, kita rindukan, dan kita sesali. Ingatan bercengkrama dengan seseorang terkasih yang telah tiada, pemandangan di suatu tempat yang hanya kita kunjungi sekali, perasaan senang meraih penghargaan, tentu kita inginkan untuk kembali terulang. Kejadian putus cinta, tidak maksimal dalam mengemban amanah, momen melepas kesempatan yang ada, tidak bisa kita pungkiri bahwa semuanya tetap mengahantui. Namun coba lihatlah. Semuanya terjadi karena suatu alasan. Kenangan dengan orang tercinta yang kini telah pergi mungkin membuat kita makin menghargai apa yang kita miliki saat ini. Kegagalan dalam percintaan mungkin membuat kita makin berhati-hati dalam menjalin sebuah hubungan baru. Kesempatan yang dahulu terlewatkan mungkin mengarahkan kita ke bidang yang kita tekuni sekarang.  All of the dots are connected. Semua hal yang kita alami ternyata saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Apapun...

MenduakanMu

Bila matahari bangkit Kaki tanganmu menjulur-julur Kau terpana Saksikan aku menafikkan nyata Aku menduakanmu Bila lintang merekah bergelimang Hujan datang Berlinang-linang Tega aku menampikmu Membelakangi dengan teduh yang tak teduh Kau menepi Aku menduakanmu Lagi Adakah pantas aku? Berulang kali Lagi dan lagi Aku menduakanmu

Mencinta Lagi

Sengal napas bergema Kau dapati sedu menggaung pula Bilik ini sesak Teriakmu mencekik tekak Yang menjemala adalah rindu buncah Dibalut senyum bungah Namun yang tertuai adalah ironi Melantun Bersama elegi Cobalah Gamitlah jemarinya kini Tenyalah pada ujung kiri netramu Apakah gemeletar kelingkingnya masih awam? Memori akan menamparmu keras Dan kau akan mencinta lagi

Glow Up

Akhir-akhir ini saya banyak melihat teman-teman SD, SMP, dan SMA saya glow up. Bukan berarti mereka tambah ganteng atau cantik ya, melainkan mereka tambah keren! Yang dulunya saya tahu bahwa mereka tidak tertarik sama sekali untuk berkiprah di bidang organisasi, eh tahu-tahu sudah menjadi kepala bidang di divisi tertentu di organisasi kampusnya. Yang dulunya saya tahu dia diam-diam saja di sekolah, sekolah-pulang-sekolah-pulang, tahu-tahu sudah bisa mewakili kampusnya berkiprah di kegiatan internasional. Yang dulunya masih malu-malu berbicara di depan umum, sekarang sudah bisa menjadi seorang public speaker yang menginspirasi. Saya senang dengan perkembangan teman-teman! Sangat sangat sangat senang! Bahkan saya ingin sekali meng- screen shoot  dokumetasi kegiatan teman-teman dan memamerkannya ke teman-teman yang lain. Terkadang saya juga bercerita ke orang terdekat saya tentang keberhasilkan teman-teman yang bahkan saat bersekolah dulu kami tidak pernah bercengkrama. Saya sungg...

Mahasiswa Rantau UI di Tengah Kontroversi Corona Virus

Semalam, warga Universitas Indonesia dihebohkan dengan adanya kebijakan serius terkait dengan epidemi corona virus yang sedang terjadi. UI yang berlokasi di titik bertemunya Depok dan Jakarta, dua area yang mana terdapat banyak kasus penderita virus corona di dalamnya, tentu harus mengambil kebijakan. Sejak 1 hingga 2 minggu lalu, teman-teman banyak mendiskusikan tentang bagaimana nantinya perkuliahan kami. Kasarnya, teman-teman sudah mempertanyakan, "Kapan kita diliburin ya?", meskipun dalam hati kecil kami, kami tahu bahwa liburnya UI terkait corona ini menunjukkan betapa seriusnya kasus ini terjadi. Kami sudah meyakini bahwa ada kemungkinan kasus corona virus memburuk. Hal ini kemudian memungkinkan UI untuk mengambil sebuah kebijakan, yang salah satunya dapat berupa kuliah jarak jauh. Dan benar saja, smealam, hebohnya warga UI adalah kebijakan pusat UI untuk menjadikan perkuliahan menjadi secara jarak jauh. Tanggal 23 hingga 29 Februari, sebenarnya saya harus berada di ...

Menjadi Ibu Guru Bening di GUIM 9

“Ibu! Ibu Guru Bening!” Tidak pernah terbesit dalam benak saya, bahwa saya, seseorang yang memiliki segala keterbatasan dan ketidakpantasan, memiliki kesempatan untuk dipanggil dengan sebutan yang begitu mulia, “Ibu Guru”. Sebutan “Ibu” tentulah begitu agung kala didengungkan karena sosok yang digambarkan merupakan seorang perempuan yang lembut hatinya, teguh pendiriannya, tegar karakternya, dan luas kasihnya. Begitu mulianya seorang ibu sehingga kebahagiannya merupakan kebahagiaan alam semesta. “Guru”, sebutan untuk seseorang yang memberikan ilmu kepada orang lain yang disebut murid, merupakan sebuah cita-cita yang sangat saya kagumi. Tidak hanya ilmu, sejatinya, apa yang diberikan oleh guru sungguh jauh lebih luas, mencakup nasihat, amanat, teladan, hingga inspirasi. “Ibu Guru” sangatlah memegang definisi yang begitu mulia. Meskipun tidak pernah terbesit dalam pikiran saya untuk menggamit gelar tersebut dan walau sesungguhnya kepantasan belum saya miliki, memiliki kesempatan men...