Mencinta Lagi

Sengal napas bergema
Kau dapati sedu menggaung pula
Bilik ini sesak
Teriakmu mencekik tekak

Yang menjemala adalah rindu buncah
Dibalut senyum bungah
Namun yang tertuai adalah ironi
Melantun Bersama elegi

Cobalah
Gamitlah jemarinya kini
Tenyalah pada ujung kiri netramu
Apakah gemeletar kelingkingnya masih awam?

Memori akan menamparmu keras
Dan kau akan mencinta lagi

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sementara

Batasan yang Jelas

The Silent Man #6: Sesungguhnya Aku Gemar Bercerita