Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

The Silent Man #1: Rasaku Bukan Rasamu

Gambar
Betapa kecil sesungguhnya manusia.  Betapa tidak signifikannya diri kita dibandingkan alam semesta.  Betapa keberadaan kita tak lain dan tak bukan hanyalah debu kosmik yang singgah sebentar sebelum tersapu oleh angin bernama kematian. Sabtu lalu, ayah saya berpulang. Tentu hal ini merupakan peristiwa yang membuat saya terpukul. Belum menginjak kepala lima, ayah sudah diminta untuk kembali ke haribaan Sang Ilahi di surga. Dengan untaian senyuman sebelum disemayamkan, beliau seakan mengatakan "Semua baik-baik saja. Kini tidak ada lagi derita." Sudah barang tentu bahwa ayah berperan banyak dalam kehidupan saya. Bukan hanya perkara menafkahi, tapi juga menginspirasi. Melepas ayah tidaklah mudah, namun saya harus bisa. Tapi, hidup masih terus berjalan. Meski tangis tak bisa lagi dibendung, burung masih saja bersenandung.  Meski hati ini membiru, matahari masih saja bersinar begitu. Meski sakit hati saya ditinggal untuk selamanya, orang-orang masih beraktivitas seperti biasa....

Sementara

Gambar
Pernahkah teman-teman sejenak merenung tentang bagaimana segala momen di dunia ini adalah fana? Kebisingan yang kalian dengarkan sembari membaca tulisan ini nantinya mungkin akan hilang ketika kalian mulai memejamkan mata untuk tidur malam. Kegelisahan yang sedang kalian rasakan sembari memandang layar telepon pintar akan pudar karena kalian dialihkan dengan sulitnya pekerjaan rumah yang sedang dikerjakan. Bahkan rasa bungah yang sedang dirasa kelak akan digantikan oleh rasa yang sebaliknya. Untuk kalian yang sedang gundah gulana, mungkin akan ada pertanyaan, "Tapi kapan perasaan ini akan usai? Badai ini sudah berlangsung terlalu lama." Saya ingat betul betapa saya rasanya mau mati saja setelah sekian lama dihadapkan pada suatu peristiwa buruk yang berulang. Saya pikir ini akan terus terjadi hingga saya meninggal kelak. Derita tiada henti ini akan tidak pernah berhenti. Sudah lelah sekali rasanya. Tapi suatu ketika derita yang saya alami berhenti dan saya bisa merasakan kebab...

Sekedar Mengingatkan

Gambar
"Hidup itu bagaikan roller coaster." Quotes ini udah basi ya? Basi, tapi betul juga. Maknanya adalah hidup itu bisa naik, bisa turun, bisa belak-belok, bisa bikin nangis pingin udahan aja, bisa dinikmati, pokoknya dinamis banget. But we know life is not as simple as a roller coaster. Tapi boleh lah dianalogikan demikian. Meskipun perumpamaannya menunjukkan hidup itu gak stagnan, ada juga orang yang pernah atau sampai sekarang sedang ada di posisi dimana roller coasternya lagi lurus-lurus aja.  Gak berlika-liku, gak ada turunan yang mengagetkan, bahkan paling pol lagi nanjak pelan-pelan. Semilir angin masih terasa menyejukkan. Pemandangan masih indah dipandang. Berasa naik kereta kelinci! Karir kok aman-aman aja ya? Pekerjaan cepet beres. Gajian makin ke sini makin naik alhamdulillah.  Kuliah lulus-lulus aja tuh. Meskipun nilai gak sempurna, tapi cukup di atas rata-rata. Sama dosen bahkan diingat namanya. IP kadang bisa cumlaude juga. Urusan rumah sih oke. Ayah Ibu masih sehat...