Sifar
Pernahkah kita berhenti sejenak dan menyadari betapa banyak yang kita lakukan selama ini? Sudah puaskah? Atau masih kurang? Mau tambah? Tambah apa lagi? Tapi tunggu! Mengapa kita melakukan semua itu? Karena aku ingin membanggakan orangtua! Karena aku ingin terkenal! Karena aku ingin berbakti kepada negara! Ya karena mau saja~ Lalu, jika ajal datang, bagaimana dengan semua yang kita lakukan? Apakah orangtua yang kelas juga meninggal bisa mengingatnya? Apakah para penggemar tidak akan lupa di kemudian hari setelah rasa duka mereka terhadap kita pergi? Apakah di kehidupan selanjutnya semua akan tetap ada? Kita harus mengabadikan nilai hal-hal yang telah kita lakukan agar kekal. Dengan foto? Bukan. Dengan tulisan? Tidak. Dengan rekaman? Kurang tepat. Manusia dan hal-hal yang bersifat duniawi bersifat fana, tidak kekal, akan musnah. Maka, cara yang tepat adalah ... Dengan meniatkannya sebagai ibadah sehingga menjadi bekal kita di kehidupan selanjutnya. Mari kita coba analogikan. Asumsikan h...