Tengok


Tengoklah ke belakang

Apa yang kau lihat?

Masa lalu.

Bila teringat kembali, banyak hal yang kita lalui, kita rindukan, dan kita sesali. Ingatan bercengkrama dengan seseorang terkasih yang telah tiada, pemandangan di suatu tempat yang hanya kita kunjungi sekali, perasaan senang meraih penghargaan, tentu kita inginkan untuk kembali terulang. Kejadian putus cinta, tidak maksimal dalam mengemban amanah, momen melepas kesempatan yang ada, tidak bisa kita pungkiri bahwa semuanya tetap mengahantui.

Namun coba lihatlah. Semuanya terjadi karena suatu alasan.

Kenangan dengan orang tercinta yang kini telah pergi mungkin membuat kita makin menghargai apa yang kita miliki saat ini. Kegagalan dalam percintaan mungkin membuat kita makin berhati-hati dalam menjalin sebuah hubungan baru. Kesempatan yang dahulu terlewatkan mungkin mengarahkan kita ke bidang yang kita tekuni sekarang. 

All of the dots are connected.

Semua hal yang kita alami ternyata saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Apapun yang terjadi di masa lalu mengarahkan bagaimana keadaan dan karakter kita saat ini.

Percayalah pada takdir yang diberikan oleh Yang Kuasa. Ia tahu apa yang terbaik bagi kita. Ia tahu bahwa akhirnya kita akan baik-baik saja meski sesekali terjatuh di jalan yang tidak awam, meski kita tergelincir dan kesakitan, meski kita hampir putus asa. Namun dengan kepercayaan pada-Nya, kita akan tahu bahwa semua akan baik-baik saja jika kita tetap melangkah dengan menjadikan yang telah terjadi sebagai pembelajaran untuk membentuk diri kita yang sekarang.


Tengoklah ke kanan dan ke kiri.

Apa yang kau lihat?

Cinta dan kehilangan.

Kita dikelilingi oleh orang-orang, benda-benda, dan hal-hal yang kita cintai, meski terkadang kita tidak menyadarinya. Kita juga dikelilingi jiwa dari orang-orang, benda-benda, dan hal-hal yang hilang. Hidup memang terkadang memberikan rasa kehilangan yang mendalam. Namun, ia tidak lupa meninggalkan cinta. 

Kita juga bisa melihat segalanya telah berubah. Hal ini karena kita melangkah, kita tetap bergerak. Satu-satunya hal yang membuat kita terus bergerak adalah mencintai apa yang kita lakukan saat ini. Jika kita tidak merasa bergerak, cobalah renungkan apa yang kita lakukan, apakah kita mencintainya atau tidak. Cinta itu harus kita temukan. Cinta itu akan menjadi roda bagi kendaraan yang membawa kita melaju ke perubahan di masa depan. 

Temukanlah. Jangan menyerah. Lalu, mari kita bergerak bersama.


Tengoklah ke depan.

Apa yang kau lihat?

Kematian.

Kematian merupakan sebuah penciptaan kehidupan yang baru. Meski definisnya terdengar gagah, tidak ada yang menginginkan kematian walau pada akhirnya kita semua mengalaminya. Tidak ada yang mampu kabur dari kematian.

Mengingat kematian membuat kita tidak menyia-nyiakan kehidupan untuk hidup dalam kehidupan orang lain, hidup dengan tekanan ekspektasi orang lain, dan hidup dalam opini orang lain.

Kematian merupakan cara terbaik yang membuat kita mampu untuk menentukan pilihan yang besar dengan bijak.  


Tengoklah dalam dirimu. Apa yang sedang kau lakukan? Sudahkah engkau menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran? Sudahkah engkau menghargai apa yang kau miliki dan merelakan kehilangan? Sudahkah engkau menetapkan apa tujuan akhirmu karena akhir dalam hidup yang fana ini adalah kematian?

-          

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sementara

Batasan yang Jelas

The Silent Man #6: Sesungguhnya Aku Gemar Bercerita