Sayatan Lisan
Ada satu lagi orang bercerita. Lagi-lagi tentang depresi. Lagi-lagi tentang bunuh diri. Lagi-lagi tentang bully . Lagi-lagi tentang lisan menyayat hati. Saya jadi ingat dengan kalimat yang selalu diucapkan oleh ustadz dan ustadzah di SD saat saya dan teman-teman kelas saya berisik. "Qul khoiron!" Lalu kami menjawab, "Au liyasmut!" "Berkatalah yang baik. Atau diamlah." Suatu kalimat yang benar -benar tepat. Ada banyak hal yang perlu kita perhatikan dalam berucap. Orang baik disebut pencitraan. Mungkin memang benar bahwa orang-orang yang di depan kita adalah orang yang sedang melakukan pencitraan. Ya wajar saja. Saat kita sendiri, sebagian besar dari kita pasti merasa bebas dan leluasa untuk menjadi diri sendiri yang mungkin saja sikap diri kita itu buruk. Misalnya, seseorang sedang sendirian di kamar. Bisa jadi, sesampainya di kamar, orang itu melempar-lemparkan tas dan bajunya di sembarang tempat karena kelelahan setelah menj...