Rindu Sang Idola
Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad!
Bagaimana rasa cuti bersama 28 sampai 30 Oktober lalu? Masih tergiang? Atau sudah kandas ingatannya akibat kesibukan rutinitas sehari-hari? Semoga, untuk alasan cutinya masih ingat ya..
Yap! Cuti bersama selama 3 hari beberapa waktu lalu adalah karena adanya peringatan Maulid Nabi Muhammad! Salah satu peristiwa yang mengingatkan kita kembali untuk meneladani keteladanan sosok paling berpengaruh di bumi ini. Salah satu momen yang membuat rindu kita terhadap Rasulullah makin menggebu-gebu.
Dalam Kajian Islam Kontemporer yang saya ikuti pekan lalu, terdapat sebuah cuplikan materi tentang inti kepribadian Nabi Muhammad SAW. Meski bukan materi utama, namun saya tak henti-henti mengagumi inti materi bagian tersebut.
Modal hidup Rasulullah adalah pengetahuan. Tentu saja! Bagaimana tidak? Semua hal dalam kehidupan kita membutuhkan pengetahuan, apapun itu! Dalam berbicara, berjalan, melakukan hal kecil seperti membaca artikel ini, semua membutuhkan pengetahuan. Makanya, modal hidup yang perlu kita miliki adalah pengetahuan.
Dasar hidup Rasulullah adalah akal. Dalam melakukan sesuatu, kita harus berpikir terlebih dahulu. Ini menjadi dasar kita dalam bertindak. Tanpa berakal atau berpikir, hal yang kita lakukan akan bisa salah langkah.
Aliran filsafat hidup Rasulullah adalah cinta kasih. Aliran filsafat ini berarti prinsip yang digunakan dalam segala fenomena kehidupan dan pemikiran manusia. Cinta kasih adalah prinsip itu! Dengan cinta dan kasih, apa yang kita keluarkan dari diri kita adalah kelembutan dan kerendahan hati. Dengan cinta dan kasih, kehidupan ini tentu akan damai.
Teman Rasulullah adalah ingatan kepada Allah. Teman adalah sosok yang berada saat kita senang maupun susah. Ingatan kepada Allah lah yang harus senantiasa berada bersama kita saat senang maupun susah. Saat diberikan nikmat, kita patut bersyukur dalam rangka mengingat Allah. Dalam menghadapi cobaan pun, kita akan senantiasa berdoa mengharap kebaikan datang dan mencoba mensyukuri apa yang kita miliki. Dalam susah dan senang, ingat kepada Allah adalah sebuah keharusan.
Kawan Rasulullah adalah keprihatinan. Kawan berarti sosok yang sudah lama kita kenali dan kita hubungi untuk keperluan tertentu. Begitulah keprihatinan, hal yang sudah seharusnya berada dalam hati kita dan kita gunakan untuk keperluan tertentu, terlebih dalam melihat keadaan dunia yang fana ini. Dengan keprihatinan atau empati yang lama bersarang dalam hati kita, kita akan mampu berpikir dan menentukan apa yang seharusnya kita lakukan untuk berkontribusi.
Busana Rasulullah adalah kesabaran. Busana tentu kita gunakan sehari-hari. Kesabaran bisa kita analogikan sebagai busana karena ia harus kita terapkan setiap saat. Ujian akan datang silih berganti. Kesabaran inilah yang menjadi bekal kita untuk menghadapi segala hal dalam kehidupan.
Senjata Rasulullah adalah ilmu. Ilmu yang dalam, terlebih jika kita menguasainya, akan menjadi senjata yang ampuh! Saat orang membantah, menghakimi, atau menyalahkan suatu hal yang kita tahu benar merupakan sebuah kebenaran, ilmu lah yang menjadi dasar untuk menyangsikan orang tersebut. Saat kita akan dicelakai oleh orang lain, ilmu akan mnejadi senjata kita. Saat agama islam dijatuhkan oleh orang lain, ilmu adalah senjata paling utama untuk menyerang balik mereka.
Perangai Rasulullah adalah berjihad. Menurut KBBI, perangai adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatan. Perangai bisa disebut juga dengan watak. Berjihad merupakan dasar yang mempengaruhi pikiran dan perbuatan Rasulullah. Berjihad dalam hal ini berjuang di jalan Allah, memerangi kejahatan yang ada di muka bumi, termasuk kejahatan dalam diri kita sendiri. Inilah yang merupakan watak yang perlu kita teladani.
Terakhir, penawar hati terbaik Rasulullah adalah shalat. Shalat dapat menenangkan pikiran dan fisik. Shalat menjadi sesi istirahat bagi orang beriman dalam kehidupan. Shalat adalah penawar hati, bati yang sedang gundah, gulana, gelisah, sakit, dan segala macam penyakit hati lainnya.
Begitulah keteladanan Rasulullah SAW yang patut kita jadikan motivasi dan inspirasi dalam kehidupan. Semoga kita dimudahkan ya dalam mendekati karakter Rasulullah SAW.

Komentar
Posting Komentar