Menjelekkan Diri Sendiri

Kali ini kita akan membahas kecantikan secara fisik, bukan dari perbuatan. Dan kecantikan dari fisik itu tetap perlu, tapi ada hal-hal yang penting yang ingin saya sampaikan.

Saya pernah membuat diri saya tidak cantik.


Fyi, saya adalah seseorang yang suka melihat pakaian dan aksesori yang mencolok dan heboh. Tapi sayangnya, saya lebih suka kalau orang lain saja yang memakainya. Saya juga merupakan remaja yang sama sekali tidak paham make up, dan sangat jarang menggunakannya. Dan berikut ini kisah saya.

Sebagai perayaan kelulusan, saya dan teman-teman mengadakan prom night. Acaranya tepat dilakukan di malam hari setelah wisuda.

Pada saat prom night itulah saya 'memperjelek' diri saya sendiri.

Demi prom night, saya rela mencari-cari dress yang cantik, menarik, elegan, dan bahkan harganya menguras dompet. Demi prom night, saya rela mencari-cari bagaimana caranya make up agar saya bisa seperti teman-teman yang pandai memoles wajah.
Dan memang benar, akhirnya saya menemukan dress tersebut, berwarna lyllac, permukaan brukat, terdapat hiasan bunga timbul, dan terlihat bagus. Kerudung yang saya pakai berwarna lyllac juga, berbahan sutra, mengkilap, dan terlihat bagus. Saya juga akhirnya bisa mengumpulkan beberapa alat rias yang dimiliki ibu.

Pada hari-H, benar saja, saya memakai dress dan kerudung yang sudah saya siapkan dan menggunakan make up

Saya cantik, di cermin.

Saya hadir di prom night sebagai panitia. Saya banyak menghabiskan waktu dengan sibuk mengurus susunan acara dan pengisi acara. Tapi saat senggang, saya melihat sekeliling saya. Teman-teman menggunakan make up yang jauh lebih tebal daripada saya. Baju mereka pun terlihat cantik. Kerudung mereka dimodel sedemikian rupa sehingga menjadi menarik. Mereka benar-benar terlihat mengagumkan.

Saya sempat iri, karena mereka mampu bermake up dan berdandan. Saya sempat iri, karena mereka menggunakan pakaian yang mencolok. 
Aku sempat iri, karena saya tidak bisa sepercaya diri mereka. 

Kemudian saya melihat diri sendiri. Apakah pakaian saya kurang mahal? Apakah make up saya kurang tebal? Apakah saya kurang dalam mempercantik diri saya demi prom night ini? 

Apakah saya jelek?
Iya, saya jelek, karena diri saya sendiri.


Saya jelek karena saya berpikir bahwa saya jelek, karena saya berpikir bahwa saya kurang, dan karena pikiran saya.
Pada saat itu saya mencoba mengejar definisi kecantikan orang lain hingga terengah-engah.

Cantik adalah dengan menjadi diri sendiri.

Klise? Basi?
Nyatanya memang seperti itu.

Kita memiliki definisi kecantikan versi kita. Ada yang menilai dirinya cantik walau dia tidak berdandan. Ada yang menilai dirinya cantik walau dia gemuk. Ada yang menilai dirinya cantik walau dia berhidung pesek. Ada saja. 
Kita tidak bisa secara serentak mengartikan kecantikan secara fisik dengan kita berwajah mulus karena memakai foundation, atau kita memiliki pipi yang merona karena blush on, atau kita terlihat kurus dengan korset ketat, dan sebagainya.

Jadi, temukan cantikmu itu bagaimana.

Kalian bisa mengingat-ngingat perasaan kalian saat memakai pakaian tertentu. Atau lain kali saat kalian ada suatu event yang mengharuskan kalian tampil di depan umum, coba perhatikan kalian lebih percaya diri dengan fisik yang bagaimana. Atau dengan mencoba-coba berbagai macam cara berpenampilan dan merasakan sensasi kepercayaan diri.

Kepada teman-teman yang sudah merasa cantik walau tanpa polesan apapun, jangan sampai terhasut oleh omongan mengenai definisi kecantikan lain yang membuat kalian repot.
Kepada teman-teman yang merasa cantik saat memakai make up, teruskanlah bermake up.

Jadilah diri sendiri!

Bahasannya memang kesana kemari ya.
Intinya, lakukan apapun yang menurut kalian membuat kalian nyaman, percaya diri, dan tidak merasa terintimidasi. 

Dalam hal ini, saya tidak ada maksud apapun untuk kontra terhadap teman-teman yang suka make up.
Selama dengan make up kalian bisa merasa cantik dan percaya diri, atau bahkan merasa bahwa make up is me, just do what you want to do, selama kalian tidak terganggu pikirannya.

Selamat menemukan definisi kecantikanmu sendiri!


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sementara

Batasan yang Jelas

The Silent Man #6: Sesungguhnya Aku Gemar Bercerita