The Fear of Missing Out

Akhir-akhir ini saya selalu bertanya-tanya, "Am I doing something good? Did I decide something good? Will I do something good? Am I good enough?" tidak ada habisnya. Saat pelajaran, saat bersosialisasi, saat berjalan, saat hendak tidur, bahkan saat di toilet sekalipun. Lalu sebagian lain dari diri saya meyakinkan diri, "Bening. You are doing good. You chose something good. You will be and do something good. You are good enough. Bening. Bening. Bening.." Tapi ketakutan tadi muncul kembali. Sebuah ketakutan yang tiada henti dan tiada tendensi. It is an endless loop, if I can say. Tapi tidak ada gunanya untuk memikirkannya.
Sebenarnya saya sadar, ketakutan ini didasari saya yang celingak celinguk kesana kemari melihat kondisi orang lain, pilihan orang lain, dan membayangkan masa depan mereka di dunia. Teman-teman saya begitu, saya begini. Saya begitu, mereka begini. Lalu bagaimana saya nanti jika tidak sama dengan mereka?
The answer is easy: IT IS OKAY.
Semuanya hanyalah karena saya kurang fokus pada diri saya sendiri dan sedikit jauh dari kepercayaan Sang Pemegang Takdir saya. Saya kurang bersyukur, menerima keadaan saya, dan mempercayakan bahwa apa yang saya lakukan atas dasar kebaikan nantinya dapat berbuah kebaikan juga. Kebaikan orang berbeda-beda, patutlah apa yang saya pilih dengan yang teman saya pilih juga berbeda. Parameter pencapaian something good di masa depan dunia pun berbeda tiap individunya. Yang terpenting, pencapaian something good in akhirat kan ya? Hehe, ujung-ujungnya sama, faking the wisdom kalau kata haters.
Semoga apa yang kita usahakan selama ini benar good dan membawa kita kepada something good, terutama di akhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sementara

Batasan yang Jelas

The Silent Man #6: Sesungguhnya Aku Gemar Bercerita