Saat Cahaya Mulai Redup


Saat cahaya mulai redup, lara kembali meletup

Satu ihwal yang aku geram: kenapa tidak saat terang?

Segalanya tak sekelam dalam gulita

Gema pilu teredam oleh pendar

 

Saat cahaya mulai redup, ragaku kembali tersungkur

Nama-Mu adalah teragung

Rupa-Mu sungguh dirindu

Tangan-Mu ingin kugamit

Tak bosan kusaksikan bahwa aku tak ragu

Aku adalah lemah

Dan Kau yang paling tahu

 

Saat cahaya mulai redup, rapalku adalah satu

Sudah sekian purnama kau tak berlabuh

Namun harapku adalah bahagiamu

Pintaku adalah bersua

Untuk menyambung detik yang belum genap dirasa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sementara

Batasan yang Jelas

The Silent Man #6: Sesungguhnya Aku Gemar Bercerita